1/28/2013

selalu merindu, HUJAN.

Diposting oleh Nofita Sari Astanu di 9:24 PM 0 komentar

Bahagia nya dengan HUJAN, 
kapanpun, 
dimanapun, 
baik sendiri, 
ataupun ditengah keramaian, 
tetap SUKA.

HUJAN itu indah, 
entahlah, 
HUJAN ya tetap HUJAN dengan pesona yang selalu tersimpan dengan rapi oleh setiap persepsi  insan yang menikmatinya.

Ketika HUJAN di pagi hari menyapa,
seperti berkah yang datang dengan tiba - tiba tanpa diminta  terlebih dahulu. 
Berkah yang dihamburkan dengan cuma - cuma karena kecintaan sang pemilik pagi yang penuh berkah, 
tidak ada keluh kesah, 
ataupun nestapa, 
walaupun keberkahan itu  seperti "melimpah-ruah" dimana-mana, 
hanyalah wujud rasa syukur dari insan-NYA yang diharapkan untuk menghargai setiap karya indah-NYA, 
yang terkadang dirusak oleh keliaran imajinasi insan,
di lingkup nafsu duniawi tak bersyukurnya.

Ketika HUJAN di siang hari menerpa,
tetap tak  luput dari keberkahan-NYA, 
penghapusan-NYA dari duka kering kerontang insan yang terkadang luput dari rasa syukur atas karunia-NYA. 
Dia datangkan dengan penuh rahmat, 
terkadang  diiringi sinar mentari yang menaungi-NYA, 
sungguh sangat indah antara awan-air-mentari yang berkerjasama tanpa lelah,
 atas perintah-NYA yang tak pernah bilang TIDAK dan selalu berkata IYA.

Ketika HUJAN di malam hari datang merayap perlahan,
baik itu rintik ataupun deras,
tetap  turun kebawah menjalari hati setiap insan penikmatnya menembus malam yang terasa sangat syahdu, 
SEPI,
SENDIRI,
hanya menikmati iramanya yang terkadang sebagai teman menyamarkan "air" lainnya, terasa seperti bagian tetesan yang berpadu dengan RASA,
 (Bahagia-berduka-Bersabar),
 akan sesuatu rahmat-NYA.

Malam & Hujan itu perpaduan yang sangat amat indah.
Indah dengan ketenangan, 
kekhusyu'an dengan Maha pencipta keduanya,
pengharapan,
pemahaman,
keberkahan,
kedekatan antara Insan & Pencipta yang lekat erat,
penghambaan akan rahmatan lil alamin fid'dunia wal akhirat.
aamiin.

^_^

pkl 21 :18  (28/01/2013)

1/27/2013

Rain hugs me tightly ;D

Diposting oleh Nofita Sari Astanu di 11:26 PM 0 komentar







Dan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) kabar gembira dihadapan rahmat-Nya (hujan), 
dan kami turunkan dari langit air yang bersih. 
(QS. Al-Furqan : 48).


Dia menciptakan langit dengan tanpa tiang kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung di atas bumi 
(supaya tidak) menggoyangkan kamu, dan Dia mengembang-biakkan dari macam-macam binatang diatasnya, dan kami turunkan air (hujan) dari langit, lalu kami tumbuhkan padanya dari bermacam-macam jenis (tumbuh - tumbuhan) yang baik. 
(QS. Luqman :10).



Sesungguhnya ALLAH, pada sisi-Nya lah pengetahuan tentang hari kiamat, dan Dia lah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang di dalam rahim dan tidak seorangpun dapat mengetahui apa yang akan ia kerjakan besok, dan tidak seorangpun dapat mengetahui dibumi mana ia akan mati. Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui lagi Maha dalam pengetahuan (Nya). (QS.Luqman : 34).



Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasannya kami mencurahkan air kebumi yang tandus, lalu kami tumbuhkan dengannya tanaman-tanaman, yang dari padanya (dapat) makan binatang-binatang ternak mereka dan mereka sendiri, maka apakah mereka tidak memperhatikan? 
(QS. As-Sajadah : 32).

Dan jika kamu bertanya kepada mereka, "siapakah yang menurunkan air dari langit, lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?" tentu mereka akan berkata : "ALLAH", katakanlah : " Segala Puji Bagi ALLAH", tetapi kebanyakan mereka tidak memahami. (QS. Al-Ankabut : 63).


 Dan Dia-lah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa, dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dia Maha Pelindung lagi Maha Terpuji. (QS. Asy Syura : 28).




Dan apa saja yang menimpa kaum dari suatu musibah, adalah disebabkan perbuatan tangan-tanganmu, dan Dia memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan mu). (QS. Asy Syura : 30)


Tidak menimpa (kepada seseorang) dari suatu bencana kecuali dengan izin ALLAH. Dan barang siapa yang beriman kepada ALLAH (niscaya) Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya, dan ALLAH Maha Mengetahui Segala Sesuatu. (QS. Al-Tagabun :11).


Dan kami turunkan air dari langit yang banyak manfaatnya, lalu kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun dan biji-biji tanaman yang diketam. (QS. Qaf : 9)


Demi (angin) yang menerbangkan (debu) dengan sekuat-kuatnya.

Dan (awan) yang mengandung beban berat (air hujan).


Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam sorga dan (dekat) mata air. 
(QS. Az - Zariyah : 1-2 & 15).



Maka kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) 
air yang tercurah.
Dan kami pancarkan dari bumi itu beberapa mata air, maka bertemulah air-air itu atas suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan. 
(QS. Al-Qamar : 11-12).



Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah suatu permainan dan senda gurau, perhiasan dan bermegah-megah diantara kamu dan berbangga-banggaan tentang harta dan anak-anak, seperti perumpamaan hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian ia menjadi kering, maka kamu lihat (warnanya) kuning kemudian ia menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ada ampunan dari ALLAH dan keridaan-Nya. Dan tidaklah kehidupan dunia itu kecuali kesenangan yang menipu (belaka). 
(QS. Al-Hadid :20)

11:23 pm (27/01/2013).
* Semoga Bermanfaat & menjadi renungan qta bersama*
aamiin allahumma aamiin :D..

SUMBER : AL-QURAN nul Kariim (Rahmatan Lil' Alamiin)

















1/23/2013

Tujh Mein Rab Dikhta Hai (Rab Ne Bana Di Jodi)

Diposting oleh Nofita Sari Astanu di 4:55 PM 0 komentar

tu hi to jannat meri, tu hi mera junun
you are my heaven, your are my passion

tu hi to mannat meri, tu hi ruh ka sukun
you are my wish, you are the peace of my soul

tu hi ankhiyo ki thandak, tu hi dil ki hai dastak
you are the coldness/calmness of my eyes, you are the heartbeat of my heart

aur kuchh na janu main, bas itna hi jaanu
i don’t know anything else, i know only this

tujhame rab dikhta hai, yaara main kya karu
that i see god in you, what should i do

sajde sar jhukta hai, yaara main kya karu
my head is bowing down in your worship, what should i do

tujhame rab dikhta hai, yaara main kya karu
that i see god in you, what should i do

kaisi hai yeh duri, kaisi majburi
what kind of distance is this, what helplessness

maine najaron se tujhe chhu liya
i have touched you with my eyesight

kabhi teri khushbu, kabhi teri baatein
sometimes your fragrance/scent, sometimes your talks

bin maange yeh jahan pa liya
without demanding i have got this world

tu hi dil ki hai raunak, tu hi janmo ki daulat
you are the light of my heart, you are the wealth/treasure of my lives

aur kuchh na janu, bas itna hi janu
i don’t know anything else, i know only this

tujhame rab dikhta hai, yaara main kya karu
that i see god in you, what should i do

sajde sar jhukta hai, yaara main kya karu
my head is bowing down in your worship, what should i do

tujhame rab dikhta hai, yaara main kya karu
that i see god in you, what should i do

vasdi vasdi vasdi, dil di dil vich vaasdi
nasdi nasdi nasdi, dil ro ve the naasdi
rab ne bana di jodi haay…..
God Has Joined This Couple Together

vasdi vasdi vasdi, dil di dil vich vaasdi
nasdi nasdi nasdi, dil ro ve the naasdi
chham chham aaye, mujhe tarsaaye
whenever you come, it teases me

tera saaya chhed ke chumata
by teasing, your shadow kisses me

o o tu jo muskaaye tu jo sharmaaye
when you smile, when you shy

jaise mera hai khuda jhumta
it seems like my god is dancing

tu hi meri hai barkat, tu hi meri ibaadat
you are my progress/growth, you are my worship

aur kuchh na janu, bas itna hi janu
i don’t know anything else, i know only this

tujhame rab dikhta hai, yaara main kya karu
that i see god in you, what should i do

sajde sar jhukta hai, yaara main kya karu
my head is bowing down in your worship, what should i do

tujhame rab dikhta hai, yaara main kya karu
that i see god in you, what should i do

vasdi vasdi vasdi, dil di dil vich vasdi
nasdi nasdi nasdi, dil ro ve the naasdi
rab ne bana di jodi…..
God Has Joined This Couple Together

Lyrics by Jaideep Sahni



Ini adalah salah satu  lagu favoritku, vokalisnya (Shreya Ghoshal) ;lembut banget, tapi apa cuma karena itu? Tentu TIDAK!! Karena video klipnya menyentuh dan mengharu biru  "QuiteSomething" laa yaaaa ;D.. 
Original Soundtrack dalam film Rab Ne Bana Di Jodi (Jodoh dari Tuhan) yang diperankan oleh Shahrukh Khan (as Surinder) dan Anushka Sharma (as Taani).. 

Sedikit mereview cerita,ini adalah kisah cinta romantis perjuangan seorang suami untuk merebut hati istrinya. Satu kutipan dalam film ini yang sangat indah.                         

   "Aku jatuh cinta kepadamu 
karena melihat Tuhan ada pada dirimu.."


Kutipan itu mengingatkan pada seorang Sufi asal Murcia, Spanyol, Ibn al-'Arabi yang membuat bait-bait indah tersusun dalam kitab Tarjuman al-Aywaq (antologi kerinduan), dipersembahkan untuk kekasihnya Lady Nizam, berdasaran pengalaman spiritualnya ketika dia melihat cerminan Tuhan dalam sosok Lady Nizam, di dalamnya disebutkan "Seluruh pengetahuan ketuhanan berada di balik Nizam"

this is  the way in which Shaykh (Ibn Al-Arabi) relates his encounters with the sublime Nizam. Of his first meetings with her, the daughter of a Persian scholar of Isphahan. he says:
Now this shaykh had a daughter, a lissome young girl who captivated the gaze of all those who saw her, whose mere presence was the ornament of our gatherings and startled all those who contemplated it to the point of stupefaction. Her name was Nizam (Harmonia) and her surname "Eye of the Sun and of Beauty". Learned and pious, with an experience of spiritual and mystic life, she personified the venerable antiquity of the entire Holy Land and the candid youth of the great city faithful to the Prophet. Her glance, the grace of her conversation were such an enchantment... If not for the paltry souls who are over ready for scandal and predisposed to malice, I should comment here on the beauties of her body as well as her soul, which was a garden of generosity... And I took her as a model for the inspiration of the poems... although I was unable to express so much as a part of the emotion which my soul experienced and which the company of this young girl awakened in my heart, or of the generous love I felt... since she is the object of my quest and my hope, the Virgin most pure...
Here Ibn 'Arabi is describing his encounter with a very beautiful and spiritual young woman whose physical as well as her spiritual charms affected him greatly. Here we are in the presence of a wonderful human being of flesh and blood whose memory will torment him down through the years.
However, at the Ka'abah in the sanctuary at Mecca, he has a very different sort of meeting with a transfigured and ethereal Nizam, who proves to be a stern initiatrix into the rigorous of the divine mysteries. He says:
One night I was performing the ritual circumambulations of the Ka'abah... suddenly a few lines of verse came to my mind. I recited them loudly enough to be heard... No sooner had I recited these verses than I felt on my shoulder the touch of a hand softer than silk. I turned around and found myself in the presence of a young girl, a princess from among the daughters of the Greeks. Never had I seen a woman more beautiful of face, softer of speech, more tender of heart.

"Creative Feminine" translated by H. Corbin in his Creative Imagination in the Sufism of Ibn 'Arabi, from the as yet unpublished Book of Theophanies by Ibn 'Arabi who writes:


Listen, O dearly beloved!
I am the reality of the world, the center of the circumference,
I am the parts and the whole.
I am the will established between Heaven and Earth,
I have created perception in you only in order to be the
object of my perception.
If then you perceive me, you perceive yourself.
But you cannot perceive me through yourself,
It is through my eyes that you see me and see yourself,
Through your eyes you cannot see me.
Dearly beloved!
I have called you so often and you have not heard me
I have shown myself to you so often and you have not
seen me.
I have made myself fragrance so often, and you have
not smelled me.
  Savors food, and you have not tasted me.
Why can you not reach me through the object you touch
Or breathe me through sweet perfumes?
Why do you not see me? Why do you not hear me?
Why? Why? Why?
 
For you my delights surpass all other delights.
And the pleasure I procure you surpasses all other
pleasures.
For you I am preferable to all other good things,
I am Beauty. I am Grace.
Love me, love me alone.
Love yourself in me, in me alone.
Attach yourself to me,
No one is more inward than I.
Others love you for their own sakes,
I love you for yourself.
And you, you flee from me.
Dearly beloved!
You cannot treat me fairly
For if you approach me,
It is because I have approached you.
I am nearer to you than yourself,
Than your soul, than your breath.
Who among creatures
Would treat you as I do?
I am jealous of you over you.
I want you to belong to no other,
Not even to yourself.
Be mine, be for me as you are in me.
Though you are not even aware of it.
Dearly beloved!
Let us go toward Union.
And if we find the road
That leads to separation,
We will destroy separation.
Let us go hand in hand.
Let us enter the presence of Truth.
Let it be our judge
And imprint its seal upon our union
For ever.

Source :
 http://www.ibnarabisociety.org/articles/nizam.html
http://www.tumblr.com/tagged/ibn+%27arabi+

2:00 PM (Friday)---- 18/01/2013

Pempek Kates ala ala kadar nya aja ;D

Diposting oleh Nofita Sari Astanu di 4:53 PM 0 komentar
tuing3x...
4:29 pm (23/01/2013)

*Berada pada waktu yang sedikit melelahkan ;D


Hari ini aqu tak kemana-mana, akan tetapi aktivitas tetap padat "merayap-rayap". Kebetulan dibelakang rumah qu sedang direnovasi,jadilah dengan tugas seperti biasa si "Upik Ungu"- membereskan dan menyiapkan kebutuhan rumah dan tukang yang sedang bekerja :D..
Sejak beberapa hari kemarin, aqu sangat amat ingin makan pempek kates (jadi teringat Bunda Nina ;D),maka dikarenakan hari ini aqu gak kemana-mana, pagi ini setelah aqu mengantarkan mama kekantornya, aqu mampir ke pasar tradisional untuk membeli kates parut dan lain-lainnya.Alhasil setelah sampai rumah, aqu ber eksperimen di dapur sendirian untuk  mengolahnya :D..
Di bawah ini akan qu bagikan bahan - bahan yang dibutuhkan dan cara membuatnya ala ala kadarnya Chef Nofe yaa ;D..

Bahan yang dibutuhkan :

Bahan untuk kulit pempeknya
tepung sagu  1 kg (*yang dibutuhkan tidak sampai 1kg)
tepung terigu 1/4 kg (*takarannya 1/2 gelas saja)
telor 2 butir
garam
masako rasa sapi (*kebetulan aqu suka menggunakan yang rasa sapi  ketika memasak ;D)
air 11/2 gelas
minyak sayur secukupnya

Bahan untuk isinya
kates yang sudah diparut secukupnya
bawang merah secukupnya
bawang putih secukupnya
jahe secukupnya
daun sop & daun bawang secukupnya
udang rebon/ebi secukupnya
cabe merah secukupnya
garam secukupnya
masako rasa sapi
gula  pasir secukupnya

Cara Membuat:

Cara Membuat Kulit Pempeknya 
1.siapkan baskom untuk mengadon kulit pempeknya,
2.panaskan air 1 gelas dan tuangkan tepung terigu 1/2 gelas(diaduk hingga merata),
3.setelah adonan dingin, tuangkan air 1/2 gelas tadi + telor 2butir + minyak makan 2 sendok + masako rasa  sapi 1 bungkus (diaduk hingga merata) dan setelah itu campurkan sagu perlahan-lahan,sedikit-demi sedikit hingga adonan nya merata dan kalis,diamkan sejenak.

Cara membuat isinya
1.  siapkan ulekan, dan bumbu (bawang merah+bawang putih+cabe merah+jahe+garam) diulek sampai halus.
2. siapkan penggorengan, tumis bumbu yang telah di ulek tadi, masukkan masako+gula secukupnya, setelah itu masukkan udang rebon nya, ditumis hingga harum dan matang.
3. setelah matang diamkan sejenak.

setelah kulit siap dan isinya pun siap,maka ambil sedikit2 adonan kulit, bentuk seperti perahu (bentuk seperti  pastel) dan berikan isi secukupnya,lakukan berulang-ulang hingga adonan habis,setelah itu siapkan air rebusan dan direbus hingga matang,setelah matang diamkan sejenak jika ingin digoreng atau sajikan setelah direbus juga sama enaknya ;D ;D..

Selamat Mencoba
*Resep coba-coba saja ;D






















  

1/06/2013

19 Sunnah Rasulullah yang sering TERLUPA ;D

Diposting oleh Nofita Sari Astanu di 10:53 AM 0 komentar
Sunnah adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam baik perkataan, perbuatan, ataupun persetujuan. Sunnah juga berarti sesuatu yang pelakunya mendapat pahala dan tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya. Di antara perbuatan sunnah yang jarang dilakukan kaum muslimin adalah sebagai berikut:

1. Mendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai Sandal Dan Kaki Kiri Saat Melepasnya
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakai keduanya sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu
Diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah shalat, dan tidak ada yang selalu memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

3. Bersiwak (Menggosok Gigi dengan Kayu Siwak)
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana untuk mendapatkan ridha Allah.”
(HR. Ahmad dan An-Nasa`i)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda, “Andaikata tidak memberatkan umatku niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bersiwak disunnahkan setiap saat, tetapi lebih sunnah lagi saat hendak berwudhu, shalat, membaca Al-Qur`an, saat bau mulut berubah, baik saat berpuasa ataupun tidak, pagi maupun sore, saat bangun tidur, dan hendak memasuki rumah.
Bersiwak merupakan perbuatan sunnah yang hampir tidak pernah dilakukan oleh banyak orang, kecuali yang mendapatkan rahmat dari Allah. Untuk itu, wahai saudaraku, belilah kayu siwak untuk dirimu dan keluargamu sehingga kalian bisa menghidupkan sunnah ini kembali dan niscaya kalian akan mendapatkan pahala yang sangat besar.

4. Shalat Istikharah
Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu bahwa ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami.” (HR. Al-Bukhari)
Oleh karena itu, lakukanlah shalat ini dan berdoalah dengan doa yang sudah lazim diketahui dalam shalat istikharah.

5. Berkumur-Kumur Dan Menghirup Air dengan Hidung Dalam Satu Cidukan Telapak Tangan Ketika Berwudhu

Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung secara bersamaan dari satu ciduk air dan itu dilakukan sebanyak tiga kali. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

6. Berwudhu Sebelum Tidur Dan Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kanan
Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

7. Berbuka Puasa Dengan Makanan Ringan
Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka beliau hanya meminum beberapa teguk air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

8. Sujud Syukur Saat Mendapatkan Nikmat Atau Terhindar Dari Bencana
Sujud ini hanya sekali dan tidak terikat oleh waktu. Diriwayatkan dari Abu Bakrah Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau disampaikan kabar gembira maka beliau langsung sujud dalam rangka bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

9. Tidak Begadang Dan Segera Tidur Selesai Shalat Isya`
Hal ini berlaku jika tidak ada keperluan saat begadang. Tetapi jika ada keperluan, seperti belajar, mengobati orang sakit dan lain-lain maka itu diperbolehkan. Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak suka tidur sebelum shalat isya` dan tidak suka begadang setelah shalat isya`.

10. Mengikuti Bacaan Muadzin
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.Kemudian mintakan wasilah untukku, karena wasilah merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untukku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak).” (HR. Muslim)

11. Berlomba-Lomba Untuk Mengumandangkan Adzan, Bersegera Menuju Shalat, Serta Berupaya Untuk Mendapatkan ShafPertama.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Andaikata umat manusia mengetahui pahala di balik adzan dan berdiri pada shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan bagian kecuali harus mengadakan undian terlebih dahulu niscaya mereka membuat undian itu. Andaikata mereka mengetahui pahala bergegas menuju masjid untuk melakukan shalat, niscaya mereka akan berlomba-lomba melakukannya. Andaikata mereka mengetahui pahala shalat isya dan subuh secara berjamaah, niscaya mereka datang meskipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

12. Meminta Izin Tiga Kali Ketika Bertamu
Jika tidak mendapatkan izin dari tuan rumah, maka konsekuensinya anda harus pergi. Namun, banyak sekali orang yang marah-marah jika mereka bertamu tanpa ada perjanjian sebelumnya, lalu pemilik rumah tidak mengizinkannya masuk. Mereka tidak bisa memaklumi, mungkin pemilik rumah memiliki uzur sehingga tidak bisa memberi izin. Allah Ta’ala berfirman, Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. An-Nuur: 28)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Adab meminta izin itu hanya tiga kali, jika tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

12. Mengibaskan Seprai Saat Hendak Tidur
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,“Jika kalian hendak tidur, maka hendaknya dia mengambil ujung seprainya, lalu mengibaskannya dengan membaca basmallah, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya. Jika dia hendak merebahkan tubuhnya, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur miring ke kanan dan membaca, “Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabbku, dengan-Mu aku merebahkan tubuhku, dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan nyawaku, maka ampunkanlah ia, dan jika Engkau melepasnya, maka lindungilah ia dengan perlindungan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim)

13. Meruqyah Diri Dan Keluarga
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa ia berkata, “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa meruqyah dirinya dengan doa-doa perlindungan ketika sakit, yaitu pada sakit yang menyebabkan wafatnya beliau. Saat beliau kritis, akulah yang meruqyah beliau dengan doa tersebut, lalu aku mengusapkan tangannya ke anggota tubuhnya sendiri, karena tangan itu penuh berkah.” (HR. Al-Bukhari)

14. Berdoa Saat Memakai Pakaian Baru
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika mengenakan pakaian baru, maka beliau menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian beliau membaca, “Ya Allah, hanya milik-Mu semua pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

15. Mengucapkan Salam Kepada Semua Orang Islam Termasuk Anak Kecil
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu, ia menceritakan, ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Kamu memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa ia menuturkan, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati kumpulan anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka semua.” (HR. Muslim)

16. Berwudhu Sebelum Mandi Besar (Mandi Junub)
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhu, Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin mandi besar, maka beliau membasuh tangannya terlebih dahulu, lalu berwudhu seperti hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke airdan membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya dengan menggunakan tangannya, lalu mengguyur semua bagian tubuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

17. Membaca ‘Amin’ Dengan Suara Keras Saat Menjadi Makmum
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika imam membaca “Amin” maka kalian juga harus membaca “Amin” karena barangsiapa yang bacaan Amin-nya bersamaan dengan bacaan malaikat maka diampunkan dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kaum salafus-shalih mengeraskan bacaan “Amin” sehingga masjid bergemuruh.

18. Mengeraskan Suara Saat Membaca Zikir Setelah Shalat
Di dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan, “Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma mengatakan, mengeraskan suara dalam berzikir setelah orang-orang selesai melaksanakan shalat wajib telah ada sejak zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ibnu Abbas juga mengatakan, “Aku mengetahui orang-orang telah selesai melaksanakan shalat karena mendengar zikir mereka.” (HR. Al-Bukhari)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Disunnahkan mengeraskan suara saat membaca tasbih, tahmid dan takbir setelah shalat.”
Sunnah ini tidak dilakukan di banyak masjid sehingga tidak dapat dibedakan apakah imam sudah salam atau belum, karena suasananya sepi dan hening. Caranya adalah imam dan makmum mengeraskan bacaan tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah) dan takbir (Allahu Akbar) secara sendiri-sendiri, bukan satu komando dan satu suara. Adapun mengeraskan suara ketika berzikir dengan satu komando, satu suara dan dipimpin oleh imam maka dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengatakan sunnah secara mutlak, ada yang memandang sunnah dengan syarat-syarat tertentu dan ada pula yang mengatakan bahwa zikir berjamaah adalah perbuatan bid’ah.

19. Membuat Pembatas Saat Sedang Shalat Fardhu Atau Shalat Sunnah
Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Ketika kalian hendak shalat, maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya, maka hendaknya dia menghalanginya karena orang itu adalah setan.”
(HR. Abu dawud dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma, ia berkata, “Rasulullah menancapkan tombak di depannya, lalu shalat di belakang tongkat itu.” (HR. Al-Bukhari)

Sunnah ini sering diabaikan, terutama saat melakukan shalat sunnah.
Wahai saudaraku! Jadilah seperti orang yang diungkapkan oleh Abdurrahman bin Mahdi, “Aku mendengar Sufyan berkata, ‘Tiada satu hadits pun yang sampai kepadaku kecuali aku mengamalkannya meskipun hanya sekali.”

Muslim bin Yasar mengatakan, “Aku pernah melakukan shalat dengan memakai sandal padahal shalat tanpa sandal sangat mudah dilakukan. Aku melakukan itu hanya ingin menjalankan sunnah Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam.”

Ibnu Rajab menuturkan, “Orang yang beramal sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, meskipun amal itu sangat kecil, maka itu akan lebih baik daripada orang yang beramal tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meskipun dia sangat bersungguh-sungguh.”
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang mengikuti sunnah rasul-Mu dan mengikuti jejaknya. Ya Allah, kumpulkanlah kami dan kedua orang tua kami bersamanya di surga wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.

Redaktur: Abu Hafsah
Sumber: Kitab Arba’una Darsan Liman Adraka Ramadhan karya Syaikh Abdul Malik Bin Muhammad Bin Abdurrahman Al-Qasim




http://fimadani.com/perbuatan-sunnah-yang-jarang-dilakukan/
http://peribadirasulullah.wordpress.com/2012/12/09/19-sunnah-rasulullah-saw-yang-dilupakan/

10 : 53 WIB (06/01/2013)

1/03/2013

goLaut..goLaut..goLautgo ;D

Diposting oleh Nofita Sari Astanu di 10:13 PM 0 komentar
PANTAI..
LAUT.........
 Deburan OMBAKNYA...

Ntahlah mengapa aqu begitu menyukainya. Sangat sukasukasuka :D (*salah satu kesukaanqu yang sudah qu tuliskan di blog "Likelikelike"  qu).

Aqu selalu merasa PANTAI kah atau LAUT kah adalah tempat untuk qu membuang seluruh Penat yang menerpa pada hiruk pikuknya aktifitas dunia :D..

Berada di pinggir PANTAI itu serasa tadabur ALAM..
Menikmati keindahan penciptaan Sang MAHA PENCIPTA sambil terus mengucapkan rasa SYUKUR yang tak ter-kira..
Sungguh-sungguh INDAH sangat tak terkira rasanya :D..


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata :

 “Seorang datang pada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam lantas berkata, 

Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami sering mengarungi lautan dan membawa sedikit air, kalau kami berwudhu dengannya maka kami akan kehausan, apakah kami boleh berwudhu dengan air laut?”.

Rasululullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Ia (air laut) thahur suci mensucikan airnya, lagi halal bangkainya.”[lihat Ash-Shahihah no. 480].

Dalam hadits ini terdapat faedah penting, yaitu:
Halalnya semua yang mati di lautan dari binatang yang memang hidup di sana sekalipun dia telah terapung di atas air.

Dan alangkah bagusnya apa yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar bahwa dia ditanya lalu dia menjawab : “Sesungguhnya Rasululullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya airnya laut itu suci mensucikan dan bangkainya halal.” (Hadits Riwayat Ad-Daraquthni no. 538)

Adapun hadits yang melarang memakan apa yang sudah terapung darinya (air laut) tidaklah sah. [Ash-Shahihah I/788].



Berdasarkan hadist diatas bisa dikatakan bahwa Air Laut itu suci, bahkan bangkainya pun halal :D..

Masya ALLAH, Maha Besar ALLAH SWT atas segala Penciptaan-NYA di dunia ini. 

Wah, terkait dengan laut ini, pada tanggal 30/12/12 beberapa hari yang lalu, aqu dan sanak keluarga berkunjung ke pulau tangkil-salah satu pulau yang sangat indah dan eksotik di pinggir kota Bandar Lampung (tempat tinggal qu). Dibawah ini akan kutampilkan hasil jepretan-jepretan yang diambil disana ;) :




































































10:18 wib (04/01/2013)



sumber hadist : http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/06/24/hukum-air-laut-dan-bangkai-binatang-laut/

 

NoRiSta Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea